Budidaya Kentang

Kentang (Solanum tuberosum L.) termasuk famili terung-terungan dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak mendatangkan keuntungan bagi petani, mempunyai dampak baik dalam pemasaran dan ekspor, tidak mudah rusak seperti sayuran lain, dan merupakan sumber kalori, protein dan juga vitamin. Kentang merupakan sayuran umbi dan dipanen bagian umbinya sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Tanaman kentang memiliki prospek yang sangat besar untuk menunjang program diversifi kasi pangan, bahan baku industri, dan komoditas ekspor. Umbi kentang dapat diolah menjadi bermacammacam hasil olahan seperti kentang goreng, tepung kentang dan keripik kentang. Kebutuhan kentang cenderung mengalam peningkatan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi bagi kesehatan. Untuk mengantisipasi permintaan produk kentang yang sesuai dengan preferensi pasar, perlu dilakukan upaya pembinaan secara intensif sehingga seluruh sentra produksi yang ada di kawasan sentra dapat ditingkatkan produksi maupun mutunya.

PEMILIHAN LOKASI DAN PENENTUAN WAKTU TANAM 
Pemilihan lokasi adalah memilih lokasi tanam yang sesuai dengan persyaratan tumbuh kentang untuk mencegah kegagalan proses produksi dan dapat menghasilkan kentang sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan serta tidak merusak lingkungan. Tujuan dari pemilihan lokasi ini agar diperolah lahan yang dapat mendukung produktivitas tanaman kentang yang optimal, seperti tanah yang subur, ketersediaan sumber air yang cukup, bukan sumber penyakit tular tanah drainase baik dan tidak menyalahi kaidah konservasi tanah dan air. 
Adapun beberapa persyaratan untuk lokasi tumbuh kentang yang baik, yaitu: 
1. Lahan yang digunakan bukan bekas tanaman terung-terungan. 
2. Lokasi lahan diusahakan dekat dengan sumber air. 
3. Lahan memiliki ketinggian >1000 mdpl (meter di atas permukaan laut). 
4. Suhu berkisar antara 150 C - 200 C dan kelembaban 80-90%. 
5. Curah hujan berkisar 1.500-5.000 mm/tahun. 
6. Lahan yang baik memiliki tekstur sedang, gembur, subur dan berdrainase baik. 
7. Memiliki pH antara 5-6,5. 
8. Lahan bukan sumber penyakit tular tanah terutama Nematoda Sista Kentang (NSK).

Penentuan waktu tanam adalah menetapkan waktu tanam yang tepat untuk penanaman kentang, tujuannya agar diperoleh waktu tanam yang tepat sehingga pertumbuhan tanaman kentang optimal. Waktu tanam ditentukan berdasar perkiraan datangnya musim hujan atau tersedianya air irigasi serta berdasar pada kebutuhan. Selain memperhatikan ketersediaan air, juga diperhatikan ketersediaan benih dan saprodi lainnya. Dengan demikian waktu tanam yang tepat dapat berbeda menurut lokasi dan tipe lahan.

PENYIAPAN LAHAN 
A. Pembersihan Lahan Sebelum ditanam, lahan harus dibersihkan dari segala sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman agar diperolah lahan yang siap ditanami dan terbebas dari gangguan fi sik (batu-batuan, sampah, dll) maupun biologis (gulma atau sisa-sisa tanaman). Lahan yang akan digunakan harus bersih dari batu-batuan, gulma, dan semak yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman kentang. Sedangkan untuk sisa-sisa tanaman dapat dikumpulkan untuk selanjutnya dimusnahkan dan bebatuan dikumpulkan pada tempat tertentu yang aman diluar areal tanam.

Admin By : Wiwin Santoso © All Rights Reserved
Batangmuar.Ltd | Sumatera Barat - Bengkulu | Contact : +62838-95660803