Budidaya Gambas

Sebagian besar tidak mengetahui bahwa labu gambas atau yang sering dikenal gambas oyong juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan serta kecantikan terutama kulit. Selain itu gambas oyong juga dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan seseorang secara efektif. Nama lain dari sayuran ini adalah turai dalam bahasa Hindia, luffa acutangula, turiya, beerakai, dodka sponge labu atau okra China. Labu oyong juga tumbuh di Asia, Afrika, Timur tengah sampai Amerika Serikat.

Sebagian yang dapat dimakan dari gambas adalah buah muda, daunnya digunakan untuk lalapatau dapat juga digunakan untuk obat demam. Gambas atau Tanaman oyong merupakan tanaman setahun dan tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi, dapat ditanam disawah dan tegalan. Tanaman ini merupakan tanaman memanjat/merambat.

Tanaman oyong membutuhkan iklim yang kering, dengan ketersedian air yang cukup sepanjang musim. Lingkungan tumbuh ideal bagi tanaman oyong adalah di daerah yang bersuhu 18-240C, kelembaban 50-60%. 

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman oyong membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, serta mempunyai pH 5,5-6,8. Tanah yang paling ideal adalah jenis tanah liat berpasir, seperti tanah latosol dan aluvial. Berikut tahapan cara budidaya sayuran gambas yang baik dan benar agar mendapatkan keuntungan yang maksimal,

Cara Pembuatan Benih.
Untuk membuat benih sendiri dapat dilakukan dengan melakukan panen oyong kurang lebih 110 hari setelah semai ditandai dengan buah telah berwarna coklat, kering, bijinya berwarna hitam. Buah dipotong melintang, bijinya dikeluarkan, dibungkus kertas dikeringkan hingga kadar air mencapai 8%. Bijinya disimpan di stoples dan ditutup rapat yang telah diisi desikan berupa arang atau abu sekam.

Cara Persemaian. 
Oyong diperbanyak dengan biji, dapat ditanam langsung kelapangan dengan menggunakan para-para atau teralis untuk tempat merambatnya sulur. Apabila rambatan belum siap dan persediaan benih terbatas, benih dapat disemaikan dulu menggunakan kantong plastik hitam yang berdiameter 5 cm yang diisi 2 benih/kantung. Bibit dapat dipindahkan kelapangan setelah berumur 15-21 hari atau setelah berdaun 3-5 helai.

Pengolahan Tanah.
Sistem lubang tanam, tanah dicangkul sampai gembur. Buat lubang tanam dengan ukuran 20 x 60 cm atau 20 x 10 cm masukan pupuk organik 0,5-1kg/lubang tanam. Sistem bedengan, tanah dicangkul hingga gembur, kemudian buat bedengan dengan ukuran lebar 260 cm, panjang disesuaikan dengan keadaan lahan, tinggi 30 cm, dan jarak antara bedengan 60 cm. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 20 x 60 c m atau 20 x 10 cm kemudian masukkan pupuk organik 0,5-1 kg/lubang tanam.
Berikan pupuk Dolomit atau kapur pertanian jika pH tanah dibawah 5,5. Dolomit ditaburkan dilakukan 7 – 10 hari sebelum pemberian pupuk dasar, dan biarkan tersiram air hujan terlebih dahulu.
Dan jika musim hujan, sebaiknya bedengan dibuat agak tinggi agar air hujan tidak tergenang dan merendam akar tanaman.

Download File Cara Budidaya Gambas atau Onyong 
Secara Lengkap dan lebih detail 

Admin By : Wiwin Santoso © All Rights Reserved
Batangmuar.Ltd | Sumatera Barat - Bengkulu | Contact : +62838-95660803