Manfaat kohe kambing untuk pupuk sudah bukan jadi rahasia lagi. Pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk media tanam sudah dilakukan oleh banyak masyarakat. Bahkan sekarang muncul pengusaha pupuk kohe dengan pasar yang cukup tinggi.
Kotoran kambing bisa dijadikan sebagai bahan utama pupuk kompos. Kotoran kambing dipilih dikarenakan memiliki kandungan unsur hara yang kompleks seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Tidak hanya itu, kotoran kambing juga memiliki unsur hara mikro untuk asupan nutrisi pada tanaman.
Meskipun bentuknya keras dan dianggap menjijikan, penggunaan pupuk dari kohe kambing untuk petani sangat banyak, manfaat yang lain adalah biaya pembelian pupuk yang berkurang sebesar 50 persen. Misal jika pupuk bahan kimia membutuhkan kurang lebih 80 karung. Maka pupuk kohe membutuhkan sekitar 40-45 karung saja.
Manfaat Kohe Kambing
berikut beberapa manfaat kohe kambing secara lebih mendetail, kira kira mana yang kamu baru tahu
Tanah Lebih Subur
Seperti yang sudah dikatakan di atas, bahwa kotoran hewan kambing memiliki unsur hara yang komplek, hal itu membuat tanah yang diberi pupuk kompos kohe menjadi lebih subur dikarenakan mendapat banyak nutrisi. Tanah yang subur menjadi faktor utama dalam budidaya tanaman.
Menjadi Komponen Zat Perangsang
Kotoran Kambing juga bermanfaat sebagai zat perangsang. Hal tersebut berfungsu untuk merangsang pertumbuhan mulai dari akar, daun hingga buah agar tumbuh lebih cepat.
Meningkatkan Produktivitas Tanaman
Produktivitas tanaman bisa diukur dari berbagai macam variabel mulai dari masa pertumbuhan, kualitas tanaman, warna tanah dan tingkat kesehatan pada tanaman
Membantu Pembentukan Senyawa
Pembentukan senyawa berfungsi supaya tanaman sehat, senyawa yang komplek akan membuat tanaman terhindar dari ion logam yang dapat meracuninya.
Daya ikat lebih baik
Nitrogen dibutuhkan dalam jumlah besar ketika memasuki fase vegetatif. Pupuk Kompos berfungsi untuk mencegah banyak nitrogen yang larut.
Untuk mengetahui Cara Fermentasi Kohe Kambing, silakan simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
SIAPKAN BAHAN DAN ALAT
- Kotoran kambing
- EM 4 Pertanian
- Molase, gula pasir atau gula merah
- Air bersih
- Sprayer
PROSES PEMBUATAN
- Sortir kotoran kambing untuk memisahkannya dengan benda-benda asing yang kemungkinan tercampur seperti plastik, kayu, batu ataupun benda-benda asing lainnya. Bersamaan dengan penyortiran ini lakukan pula penggemburan pada kotoran kambing yang menggumpal agar nantinya proses penguraian lebih cepat.
- Hamparkan kotoran kambing tersebut secara merata menjadi lapisan yang agak tipis agar mempermudah proses selanjutnya.
- Tahapan selanjutnya adalah menyiapkan starter atau pengurai untuk mempercepat proses fermentasi. Siapkan 5 liter air bersih dalam ember, untuk mempercepat proses fermentasi tambahkan EM4 (effective microorganisme 4) pertanian (kemasan warna kuning) yang berfungsi sebagai starter atau pengurai. Dalam EM4 ini terdapat bakteri menguntungkan yang masih dalam kondisi tertidur atau dorman, dan untuk mengaktifkannya harus dikocok terlebih dahulu untuk kemudian baru dicampurkan dengan air bersih. Adapun dosis EM4 untuk takaran 100 kg kotoran kambing murni dibutuhkan 2 tutup botol cairan EM4 atau sekitar 24ml untuk dilarutkan kedalam 5 liter air. Tambahkan molase yang berfungsi sebagai nutrisi untuk bakteri-bakteri menguntungkan tersebut. Sebagai bahan molase bisa menggunakan tetes tebu, gula pasir atau gula merah sebanyak 100 gram. Aduk hingga semua bahan tercampur merata, diamkan beberapa saat agar bakteri-bakterinya mulai aktif. Masukkan larutan tersebut ke dalam sprayer.Semprotkan cairan EM 4 tersebut pada hamparan kotoran kambing hingga merata, lakukan pembalikan hamparan kotoran kambing tersebut dan semprotkan kembali agar benar-benar merata ke seluruh bagian. Setelah benar-benar merata dan dengan tingkat kebasahan 30-40% dengan ciri-ciri jika digenggam langsung menggumpal dan tidak mudah hancur dan jika diperas air tidak menetes.
- Masukkan kotoran kambing tersebut ke dalam karung akan tetapi jangan terlalu penuh untuk memudahkan proses selanjutnya, ikat menggunakan tali. Letakkan di tempat teduh atau ternaungi atau bisa juga ditutup dengan terpal sehingga tidak terkena sinar matahari secara langsung ataupun guyuran air hujan dengan sirkulasi udara yang lancar.
- Pantau kondisinya setiap 2 minggu sekali dengan membukanya, jika terlalu kering siram atau semprot kembali menggunakan cairan EM 4 dengan takaran yang sama sebagaimana tersebut di atas.
- Bolak-balik karung tersebut untuk meningkatkan sirkulasi udara dan untuk menurunkan suhu yang berlebih, dan inilah tujuan pengisian karung yang tidak terlalu penuh untuk memudahkannya.
- Setelah kurang lebih 2 bulan, pupuk organik hasil fermentasi kotoran kambing siap untuk digunakan, yaitu dengan ciri-ciri dingin, kering, tidak berbau, tidak menggumpal/gembur, ringan dan telah berubah dari bentuk aslinya. Sebelum digunakan sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu atau lebih baik dijemur hingga kering.
Demikianlah ulasan mengenai Cara Fermentasi Kohe Kambing, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.
.jpg)