Apakah Anda pernah kecewa saat membelah durian? Dagingnya mengkal-mengkal, keras, hambar rasanya dengan warna daging buah yang pucat.
Padahal, sangat mengharapkan saat belah durian, daging buahnya tebal, rasa manis legit, dan warna daging buah yang memikat. Penyebab permasalahan itu terjadi, ada pada perawatan budidaya-nya.
“Untuk buah mengkal atau matang tidak sempurna merupakan gejala defisiensi yang disebabkan kurang tersedianya dan terserapnya unsur hara Kalsium (Ca),” ucap Mas’ul Hadi, Crops Specialist PT Meroke Tetap Jaya.
Lanjutnya, biasanya defisiensi unsur hara kerap ditemui di musim penghujan, dimana intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman jauh lebih rendah dan laju transpirasi menurun.
Penyerapan unsur hara Ca melalui proses Aliran Massa (Mass Flow). Tanaman menyerap air bersama itu pula terserap unsur hara termasuk Ca yang terlarut dalam air koloid tanah sesuai dengan laju transpirasi.
Bila transpirasi rendah, maka jumlah Ca terserap pun akan rendah. Apalagi sifat Ca yang tidak mudah bergerak ketika berada dalam jaringan tubuh tanaman (Immobile).
“Kami ada saran yang bisa diterapkan di kebun durian. Caranya dengan memberikan pupuk yang mengandung Ca secara rutin,” sambung Mas’ul yang kerap mengisi acara durian di Jawa Tengah.
Mas’ul pun merekomendasikan pupuk Ca yang mudah larut air, yaitu KARATE PLUS BORONI untuk pupuk aplikasi tabur di tanah; dan, MerokeCALNIT untuk pupuk yang aplikasi semprot.
KARATE PLUS BORONI
KARATE PLUS BORONI terdiri dari 15,5 % N; 26 % CaO; dan 0,3 % B. Sementara itu, MerokeCALNIT terdiri dari 15,5 % N; dan 26 % CaO.
Kedua pupuk mengandung Ca larut air, sehingga Ca yang tersedia dapat terserap oleh akar tanaman mengikuti ‘tarikan transpirasi’ daun tanaman. Ca sangat penting untuk titik-titik tumbuh tanaman seperti pucuk baru dan ujung-ujung akar.
Ca juga berperan sebagai penguat dinding sel serta perekat antara dinding-dinding sel dalam jaringan tanaman. Dengan dinding sel yang lebih kuat dan sehat, maka hasil panen memiliki daya simpan lebih panjang, tidak mudah busuk, dan mengurangi penyusutan setelah panen.*
Selain menggunakan pupuk kimia, ada juga cara alternatif yaitu menggunakan pupuk semi organik
Dalam budidaya buah durian diharapkan memperhatikan umur tanaman.
Meski berbeda lantaran penanaman yang bertahap serta pergantian pohon mati, sekitar satu hingga dua belas tahun, Anda perlu memberi pupuk saat pagi dan sore.
Memberikan pupuk di siang hari kami sarankan jangan dilakukan karena stomata tanaman tertutup sehingga daun tidak efektif menyerap pupuk. Daun muda akan mudah terbakar saat di daun terdapat pupuk. Pupuk yang baik adalah pupuk yang berbahan baku ikan runcah dan bawang putih.
Disebut pupuk semiorganik karena terdapat tambahan 4 sampai 5 kilogram pupuk NPK 12-12-17. Penambahan NPK tidak akan membunuh mikroba di dalam ramuan.
Berikut kami lampirkan proses pembuatan pupuk organik durian yang kami peroleh dari majalah Trubus.
Pohon durian membutuhkan unsur fosfor dan kalium yang siap serap terutama di saat proses pembentukan, pembesaran, dan pematangan buah. Dua hari sejak fermentasi, NPK menjadi bubur, mikrob di dalam larutan pupuk organik tetap hidup. Penambahan NPK tak lantas mematikan mikrob bila konsentrasi NPK memiliki takaran rendah.
Seusai fermentasi bahan organic selama sepuluh hari, Anda tinggal memanfaatkannya sebagai sumber nutrisi. Caranya ialah mengencerkan satu liter pupuk organic dalam sepuluh liter air bersih. Kemudian berikan pupuk kepada tanaman melalui sistem kocor. Di tiap pohon terdapat pipa polivinil klorida (PVC) sepanjang 40 cm dan ebrjarak 1 m dari batang. Setiap batang durian Anda perlu memasang tiga sampai empat pipa. Pada pipan tersebut, Anda tinggal memasukkan ramuan pupuk semiorganik sebanyak satu liter. Interval pemberian pupuk setiap pekan. Pupuk akan langsung meresap ke dalam tanah.
Setelah pengecoran kedua puluh sembilan, larutan pupun akan bertahan, tanda tanah telah jenuh. pemberian pupuk semiorganik tepatnya pada pohon yang berusia tiga setengah tahun yang siap berbuah. Pemberian dilakukan mulai dua bulan sebelum masuk musim kemarau. Di dua pecan setelah musim kemarau datang, tanaman durian mulai tampak berbunga. Pupuk semiorganik mampu meningkatkan kualitas buah dan tentunya meningkatkan ketebalan kantong pula.
Pada buah perdana atau magori pohon durian kerap mengeras, seolah tampak masih muda, padahal buah telah masak. Penyebabnya adalah kurang asupan nutrisi, terutama ketika buah sangat memerlukan. Unsur yang perlu diberikan adalah kalium, kalsium, boron, dan fosfor, serta tanaman pun membutuhkan NPK berbentuk nitrat. Bila unsur N berbentuk ammonium, akan melahirkan sel raksasa yang dominan berisi air.
Setelah pemberian pupuk olahan sendiri, cita rasa durian pun akan berganti menjadi legit dan manis. Penerapan pupuk semiorganik memberi dampak positif, yaitu menghemat 50% anggaran.
Bagaimana, terpuaskan dengan artikel ini?
Semoga di saban pertemuan, kami dapat berbagi informasi terkait tanaman. Silakan kunjungi Bibitbauhku.com agar informasi mengenai tanaman, benih, dan bibit Anda dapatkan tanpa perlu bersusah-payah. Cukup duduk sembari menikmati teh hangat, informasi akan Anda dapatkan lewat gawai atau pun komputer.
Semoga bermanfaat, terima kasih, dan sampai jumpa di lain kesempatan.
